<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>saat Adieb bercengkerama dengan kata</title>
	<atom:link href="http://diebilang.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://diebilang.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Aug 2011 04:45:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='diebilang.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/b32abd01e4c8cf52a079a7df152394f5?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>saat Adieb bercengkerama dengan kata</title>
		<link>http://diebilang.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://diebilang.wordpress.com/osd.xml" title="saat Adieb bercengkerama dengan kata" />
	<atom:link rel='hub' href='http://diebilang.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Manga</title>
		<link>http://diebilang.wordpress.com/2010/04/08/manga/</link>
		<comments>http://diebilang.wordpress.com/2010/04/08/manga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2010 18:06:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aryasepta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Definisi & Profil]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diebilang.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Jepang adalah negara luar biasa, termasuk dalam bidang kebudayaan. Salah satu produk budayanya yang cukup akrab adalah manga. Manga (baca: man.ga atau ma.ng.ga) adalah kata komik dalam bahasa Jepang, yang di luar Jepang diartikan sebagai komik asal Jepang. Ada juga istilah mangaka (baca: man.ga.ka atau ma.ng.ga.ka), yaitu orang yang membuat manga. Sejarah Manga bermula dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diebilang.wordpress.com&amp;blog=3417827&amp;post=22&amp;subd=diebilang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Japan">Jepang</a> adalah negara luar biasa, termasuk dalam bidang kebudayaan. Salah satu produk budayanya yang cukup akrab adalah manga. <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Manga">Manga</a> (baca: man.ga atau ma.ng.ga) adalah kata komik dalam bahasa Jepang, yang di luar Jepang diartikan sebagai komik asal Jepang. Ada juga istilah mangaka (baca: man.ga.ka atau ma.ng.ga.ka), yaitu orang yang membuat manga.</p>
<h4 style="text-align:justify;">Sejarah</h4>
<p style="text-align:justify;">Manga bermula dari gulungan naskah-naskah tua yang dibuat pada abad ke-12. Namun pendefinisian naskah-naskah ini sebagai manga masih diperbincangkan, walau dipercayai bahwa mereka merupakan basis dari gaya pembacaan dari kanan ke kiri. Sumber lain mengatakan bahwa manga bermula di sekitar abad ke-18. Sampai saat ini, para sejarawan dan penulis sejarah manga berpendapat bahwa dua proses luas dan saling melengkapi telah membentuk manga modern. Pandangan mereka berlainan pada hubungan penting yang mengakibatkan munculnya manga modern &#8212; antara peran dari peristiwa-peristiwa budaya dan sejarah setelah Perang Dunia II dengan peran dari kebudayaan dan seni Jepang di era praperang, Meiji, dan praMeiji.</p>
<p style="text-align:justify;">Manga modern bermula di zaman <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Occupation_of_Japan">pendudukan Jepang oleh Sekutu</a> (1945-1952) dan tahun-tahun setelahnya (1952-awal 1960an), saat militer dan ultranasionalis Jepang sebelumnya membangun kembali infrastruktur politik dan ekonomi Jepang. Walau kebijakan sensor selama pendudukan Jepang oleh Sekutu secara spesifik melarang seni dan tulisan yang memuja perang dan militer Jepang, hal itu tidak mencegah publikasi dalam bentuk lain, seperti manga. Selanjutnya pada tahun 1947, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Constitution_of_Japan">Constitution of Japan</a> melarang segala bentuk sensor. Salah satu akibatnya adalah ledakan kreativitas seni pada perode ini. Di barisan depan perode ini, ada dua manga dan karakternya yang sangat berpengaruh pada masa depan manga. Mereka adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Astro_boy">Mighty Atom</a> karya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Osamu_Tezuka">Osamu Tezuka</a> (atau Astro Boy) yang dimulai di tahun 1951 dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sazae-san">Sazae-san</a> karya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Machiko_Hasegawa">Machiko Hasegawa</a> yang dimulai di tahun 1946.</p>
<h4 style="text-align:justify;">Publikasi</h4>
<p style="text-align:justify;">Saat ini, industri manga telah mencakup seluruh dunia di mana perusahaan-perusahaan distribusi membeli lisensi dan mencetak ulang manga ke bahasa setempat. Beberapa bentuk publikasi manga antara lain:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Majalah</span></strong><br />
<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_manga_magazines">Majalah manga</a> biasanya berisi beberapa judul manga yang sedang sama-sama berjalan dengan jumlah halaman tiap judul per kemunculan berkisar dari 20-40 halaman. Majalah manga juga berisi manga <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/One-shot_%28comics%29">one-shot</a></em> dan berbagai <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yonkoma">yonkoma</a></em> empat kotak (setara dengan strip komik). Majalah lain seperti <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Newtype_%28magazine%29">Newtype</a> menyertakan sebuah episode manga di terbitan bulanannya. Ada juga majalah seperti <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nakayoshi">Nakayoshi</a> yang menyertakan banyak cerita ditulis oleh berbagai artis, dari majalah ini atau majalah antologi dan biasa dicetak pada kertas berkualitas rendah dengan jumlah halaman bervariasi antara 200 sampai lebih dari 850 halaman.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Tankōbon</span></em></strong><br />
Setelah sebuah judul manga berjalan beberapa saat, penerbit sering menyatukan tiap episodenya menjadi satu volume dan mencetaknya ke dalam sebuah buku yang disebut <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tank%C5%8Dbon">tankōbon</a></em>. <em>Tankōbon</em> menggunakan kertas berkualitas lebih tinggi yang tepat bagi mereka yang merasa harga dari majalah manga mingguan atau bulanan menjadi penghalang. Sekarang ini, versi mewah juga mulai dicetak karena usia pembaca bertambah dan kebutuhan atas sesuatu yang spesial berkembang. Manga lama juga dicetak ulang menggunakan kertas berkualitas lebih rendah dan dijual masing-masing seharga 100 yen (sekitar Rp9000an) untuk mampu berkompetisi dengan pasar buku bekas. Bentuk publikasi ini berguna bagi mereka yang ingin mengejar ketertinggalannya dari judul manga yang sedang berjalan di majalah manga atau mengoleksi manga.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong><span style="text-decoration:underline;">Dōjinshi</span></strong></em><br />
<em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/D%C5%8Djinshi">Dōjinshi</a></em> diproduksi oleh penerbit kecil amatir di luar pasar komersial umum. <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Comiket">Comiket</a>, konvensi komik tebesar di dunia dengan lebih dari 510.000 pengunjung dalam tiga hari, diperuntukkan kepada <em>dōjinshi</em>. Banyak dari <em>dōjinshi</em> adalah parodi atau menggunakan karakter-karakter dari judul manga atau anime populer. Beberapa <em>dōjinshi</em> meneruskan cerita dari sebuah judul atau membuat cerita yang benar-benar baru dengan karakter-karakter yang sama; mirip seperti <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fan_fiction">fan fiction</a></em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong><span style="text-decoration:underline;">Webmanga</span></strong></em><br />
Akhir-akhir ini jumlah publikasi manga secara <em>online</em> meningkat. Kemudahan akses oleh berbagai kalangan membuat manga <em>online</em> populer. Beberapa situs populer yang menyajikan manga <em>online</em> adalah: <a href="http://www.onemanga.com/">onemanga.com</a>, <a href="http://www.mangavolume.com/">mangavolume.com</a>, dan <a href="http://www.mangafox.com/">mangafox.com</a>.</p>
<h4 style="text-align:justify;">Kategori</h4>
<p style="text-align:justify;">Manga biasanya dikategorikan berdasarkan target pembacanya: <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Josei">josei</a></em>, <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Seinen">seinen</a></em>, <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sh%C5%8Djo_manga">shōjo</a></em>, <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sh%C5%8Dnen_manga">shōnen</a></em>, dan <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kodomo_manga">kodomo</a></em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong><span style="text-decoration:underline;">Josei</span></strong></em><br />
Manga <em>josei</em> adalah kategori manga yang ditujukan kepada pembaca wanita dewasa atau yang menjelang akhir masa remajanya; sebagian besar dibuat oleh mangaka wanita. <em>Josei</em> cenderung bercerita tentang pengalaman sehari-hari dari wanita yang hidup di Jepang. Walau beberapa mencakupi kehidupan SMA, sebagian besar bercerita tentang kehidupan wanita dewasa. Manga <em>josei</em> menggambarkan percintaan yang lebih realistik, berlawanan dengan manga <em>shōjo</em> yang percintaannya dibuat ideal. Penceritaannya pun lebih eksplisit dan dewasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh dari manga <em>josei</em> antara lain: <a href="http://www.onemanga.com/Nodame_Cantabile/">Nodame Cantabile</a>, <a href="http://www.thespectrum.net/manga_scans/?preview=manga_Tramps-Like-Us">Tramps Like Us</a>, dan <a href="http://www.mangafox.com/manga/bara_no_tameni/?no_warning=1">Bara no Tameni</a>.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;">Seinen</span></em><br />
Manga <em>seinen </em>adalah kategori manga yang ditujukan kepada pembaca pria dewasa berusia 18-30 tahun, atau bahkan lebih tua. Gaya dan bahasan manga <em>seinen</em> sangat beragam, mulai dari <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Avant-garde">avant-garde</a></em> (seni murni) sampai pornografi. Dibanding <em>shōnen</em>, manga seinen memiliki judul dan cerita yang lebih gelap dan suram.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh dari manga <em>seinen</em> antara lain: <a href="http://www.onemanga.com/20th_Century_Boys/">20th Century Boys</a>, <a href="http://www.onemanga.com/Monster/">Monster</a>, dan <a href="http://www.mangafox.com/manga/dragon_head/">Dragon Head</a>.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;">Shōjo</span></em><br />
Manga <em>shōjo</em> merujuk pada manga dengan target pembaca wanita berusia 10-18 tahun. Cerita pada <em>shōjo</em> mencakupi beragam hal dengan gaya cerita dan grafis yang bervariasi, dari sejarah sampai fiksi ilmiah dengan fokus yang kuat pada hubungan antarmanusia dan percintaan, dan emosi.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh dari manga <em>shōjo</em> antara lain: <a href="http://www.onemanga.com/Hana_Yori_Dango/">Hana Yori Dango</a>, <a href="http://manga.animea.net/sailor-moon.html">Sailor Moon</a>, dan <a href="http://www.onemanga.com/Fruits_Basket/">Fruits Basket</a>.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;">Shōnen</span></em><br />
Manga <em>shōnen</em> adalah kategori manga yang ditujukan kepada pembaca pria berusia 10-18 tahun. <em>Shōnen</em> dikarakteristikkan dengan cerita yang penuh aksi, sering dengan plot yang lucu melibatkan protagonis pria. Cerita tentang persahabatan dalam tim olahraga, petualangan sekelompok petarung, dan semacamnya sering ditekankan. Karakter wanita atraktif dengan fitur yang berlebihan juga biasa dilibatkan (<em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fan_service">fan service</a></em>). Di Jepang, majalah manga <em>shōnen</em> adalah majalah manga yang paling populer.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh dari manga <em>shōnen</em> antara lain: <a href="http://www.onemanga.com/One_Piece/">One Piece</a>, <a href="http://www.onemanga.com/Hikaru_no_Go/">Hikaru no Go</a>, dan <a href="http://www.onemanga.com/GTO/">Great Teacher Onizuka</a>.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;">Kodomo</span></em><br />
Manga <em>kodomo</em> (<em>kodomomuke</em>) adalah istilah yang secara literal berarti manga yang ditujukan kepada anak-anak. Cerita dalam manga ini biasanya sangat berakhlak, mengajarkan anak-anak berkelakuan sebagai seseorang yang baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh dari manga <em>kodomo</em> antara lain: <a href="http://www.onemanga.com/Doraemon/">Doraemon</a>, <a href="http://www.mangafox.com/manga/keroro_gunsou/">Keroro Gunsou</a>, dan <a href="http://www.onemanga.com/Shugo_Chara/">Shugo Chara</a>.</p>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:983px;width:1px;height:1px;overflow:hidden;text-align:justify;">anga Josei adalah kategori manga yang ditujukan kepada pembaca wanita  dewasa atau yang menjelang akhir masa remajanya; sebagian besar dibuat  oleh mangaka wanita. Josei cenderung bercerita tentang pengalaman  sehari-hari dari wanita yang hidup di Jepang. Walau beberapa mencakupi  kehidupan SMA, sebagian besar bercerita tentang kehidupan wanita dewasa.  Manga Josei menggambarkan percintaan yang lebih realistik, berlawanan  dengan manga shōjo yang percintaannya dibuat ideal. Penceritaannya pun  lebih eksplisit dan dewasa.</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diebilang.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diebilang.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diebilang.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diebilang.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/diebilang.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/diebilang.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/diebilang.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/diebilang.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diebilang.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diebilang.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diebilang.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diebilang.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diebilang.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diebilang.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diebilang.wordpress.com&amp;blog=3417827&amp;post=22&amp;subd=diebilang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diebilang.wordpress.com/2010/04/08/manga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/730b607664a08b73980e26f01f49556b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Adieb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budaya Berpikir</title>
		<link>http://diebilang.wordpress.com/2009/12/28/budaya-berpikir/</link>
		<comments>http://diebilang.wordpress.com/2009/12/28/budaya-berpikir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 00:32:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aryasepta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[akal]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[pikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diebilang.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Orang yang melanggar lampu merah itu bodoh, kecuali karena ngantuk, rem blong, atau buta warna. Orang yang membuang sampah sembarangan itu bodoh, kecuali dia baru terdampar di pulau terpencil bertahun-tahun. Tapi yang lebih bodoh lagi, orang yang ikut-ikutan orang bodoh. Yang paling bodoh, orang yang menganggap kebodohan-kebodohan itu hal biasa. Saya tidak akan membahas kenapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diebilang.wordpress.com&amp;blog=3417827&amp;post=12&amp;subd=diebilang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Orang yang melanggar lampu merah itu bodoh, kecuali karena ngantuk, rem blong, atau buta warna.</span></p>
<div id="_mcePaste" style="text-align:left;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Orang yang membuang sampah sembarangan itu bodoh, kecuali dia baru terdampar di pulau terpencil bertahun-tahun.</span></div>
</blockquote>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Tapi yang lebih bodoh lagi, orang yang ikut-ikutan orang bodoh. Yang paling bodoh, orang yang menganggap kebodohan-kebodohan itu hal biasa. Saya tidak akan membahas kenapa dua contoh di atas saya anggap bodoh. Saya yakin Anda adalah seorang manusia berakal yang bisa melogikakan sebab-akibat dari hal-hal di atas.</span></div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Bicara tentang akal, saya memiliki sebuah <em>quote</em> dari Pak Habibie saat beliau memberikan kuliah umum berjudul <em><a href="http://www.itb.ac.id/news/2621.xhtml">Indonesia 2045: Superpower Baru?</a></em>: &#8220;My brain is my teacher.&#8221; Sependapat dengan beliau, menurut saya, ikut-ikutan dan menerima mentah-mentah adalah budaya yang sepatutnya tidak dilakukan. Kalaupun tindakannya sama, harusnya itu merupakan hasil <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Thought">berpikir</a> diri sendiri. Kedua budaya bodoh ini harus dikucilkan dan ditinggalkan kemudian dialihkan ke budaya berpikir. Ya, BUDAYA BERPIKIR!</span></div>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Berpikir erat kaitannya dengan penggunaan akal. Dalam bahasa Indonesia, akal berarti daya pikir, pikiran, atau ingatan. Akal jugalah yang merupakan pembeda manusia dengan makhluk lain (hewan dan tanaman) dan menjadikan manusia makhluk yang lebih mulia dari mereka. Dalam Al-Qur&#8217;an, ajakan untuk menggunakan akal (berpikir) dan ancaman kepada mereka yang tidak melakukannya disebutkan. Beberapa contohnya adalah:</span></div>
<div style="text-align:left;">
<p>QS. 2:164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan itu Dia hidupkan bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.</p>
<p>QS. 13:4. Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang; disirami dengan air yang sama, tetapi Kami lebihkan tanama yang satu dari yang lainnya dalam hal rasanya. Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.</p>
<p>QS. 57:17. Ketahuilah bahwa Allah yang menghidupkan bumi setelah matinya (kering). Sungguh, telah Kami jelaskan kepadamu tanda-tanda (kebesaran Kami) supaya kamu memikirkannya.</p>
</div>
<div style="text-align:left;">QS. 10:100. Dan tidak seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan azab kepada orang yang tidak mempergunakan akalnya.</div>
<div style="text-align:right;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Untuk bacaan lebih lanjut tentang akal menurut Al-Qur&#8217;an, Anda dapat melihat e-book berjudul <a href="http://www.scribd.com/doc/11062530/Akal-Menurut-AlQuran-Neurosains">Akal Menurut Al-Quran &amp; Neurosains</a> ini.</span></div>
<div style="text-align:left;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><br />
</span></div>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Sejarah pun menunjukkan bahwa dinamika intelektual (budaya berpikir) merupakan hal vital yang menentukan kemajuan atau kemunduran suatu bangsa. Sebut saja bangsa Babilonia, Yunani, Arab, dan kemudian Eropa sebagai kasus nyatanya. Bangsa Yunani yang besar dengan ilmu filosofinya segera tenggelam setelah nafsu berpikir mereka meredup. Bangsa Arab yang semula hidup dalam kungkungan tradisi jahiliah mampu menguasai dunia setelah mengembangkan budaya berpikir yang diajarkan Islam. Akan tetapi, ketika  tradisi berpikir itu melemah dan menghilang, dunia didominasi oleh bangsa Eropa yang telah mengalami pencerahan setelah berabad-abad hidup sebagai barbar. Saat ini pun, kasus serupa dapat dilihat dari majunya negara seperti <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/United_States">Amerika Serikat</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Japan">Jepang</a>. Kedua negara tersebut mampu memberi contoh betapa inovasi dan keunggulan teknologi sebagai hasil dari budaya berpikir menjadi modal dasar mereka menguasai ekonomi dunia. Bahkan, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/China">Cina</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/India">India</a> dapat dijadikan contoh negara yang berhasil menjadikan budaya berpikir sebagai kunci kebangkitannya. Jadi, mulai sekarang, mari budayakan berpikir dan jangan ikut-ikutan!</span></div>
<blockquote>
<div style="text-align:left;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Kebodohan adalah kematian sebelum pemiliknya mati, meskipun jasad mereka belum masuk ke liang kubur.</span></div>
</blockquote>
<blockquote>
<div id="_mcePaste" style="text-align:left;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Tak peduli apa yang orang lain katakan atau lakukan, aku berkata dan berlaku menurut apa yang kuanggap benar sampai aku dibuktikan salah.</span></div>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diebilang.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diebilang.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diebilang.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diebilang.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/diebilang.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/diebilang.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/diebilang.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/diebilang.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diebilang.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diebilang.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diebilang.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diebilang.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diebilang.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diebilang.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diebilang.wordpress.com&amp;blog=3417827&amp;post=12&amp;subd=diebilang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diebilang.wordpress.com/2009/12/28/budaya-berpikir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/730b607664a08b73980e26f01f49556b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Adieb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lestarikan Konflik</title>
		<link>http://diebilang.wordpress.com/2008/04/13/lestarikan-konflik/</link>
		<comments>http://diebilang.wordpress.com/2008/04/13/lestarikan-konflik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 15:40:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aryasepta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diebilang.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Lestarikan konflik! Kenapa? Karena konfliklah yang membuat manusia terus berpikir. Konflik membuat manusia ingin melakukan lebih dan maju. Konfliklah yang membuat dunia berputar. Jangan memutuskan terlalu cepat tentang apa itu konflik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konflik berarti perselisihan atau pertentangan. According to Longman Dictionary of Contemporary English, conflict means a state of disagreement or [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diebilang.wordpress.com&amp;blog=3417827&amp;post=4&amp;subd=diebilang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Lestarikan konflik!</strong> Kenapa? Karena konfliklah yang membuat manusia terus berpikir. Konflik membuat manusia ingin melakukan lebih dan maju. Konfliklah yang membuat dunia berputar.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan memutuskan terlalu cepat tentang apa itu konflik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konflik berarti perselisihan atau pertentangan. <em>According to Longman Dictionary of Contemporary English, conflict means a state of disagreement or argument between opposing groups or opposing ideas or priciples</em>. Jika menurut saya sendiri, konflik dapat diartikan sebagai masalah. Sekarang saya tanya, &#8220;Siapa yang mau dapat masalah?&#8221; Hampir dapat dipastikan tidak ada yang mau. Tapi, toh dalam hidup kita pasti menemui masalah. Kalau diturunkan, terjadi pertentangan antara alam dan manusia. Kita ambil contoh hujan. Apa yang dilakukan &#8220;manusia dahulu kala&#8221; saat hujan turun? Berteduh? Menggunakan daun lebar (daun pisang) sebagai alat teduh yang bisa dibawa &#8220;jalan-jalan&#8221;? Atau bagaimana? Yang pasti mereka tidak langsung menggunakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Umbrella#China">payung</a> karena payung adalah hasil penyelesaian konflik antara manusia dengan hujan yang digunakan pertama kali di China pada tahun 21 B.C., dan hujan pertama pasti telah terjadi sebelum itu kan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Lalu bagaimana dengan kasus perang antarnegara? Ambil contoh, negara A sedang mengalami konflik energi. Untuk memenuhi kebutuhan energinya yang tinggi, negara A menginvasi negara B yang merupakan negara kaya minyak. Dari invasi tersebut negara A berharap konflik energinya bisa teratasi. Benarkah itu? Kalau menurut saya sih gampang saja: itu salah. Itu adalah produk konflik yang arahnya menyimpang, keuntungan satu pihak yang merugikan pihak lain. Nah, dari sini diketahui bahwa yang sulit itu adalah caranya mengarahkan konflik. Inilah tantangannya!</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau dilihat-lihat, akhir-akhir ini Indonesia mengalami banyak konflik. Kalau disebutkan pasti <em>puanjuang</em> sekali. Bagaimana hayo menyelesaikannya? Saya juga masih bingung mau apa, mulai dari apa, dan dengan apa. Sampai saat ini sih saya hanya mampu berjuang menyelesaikan hal-hal biasa dan berharap semoga semua masalah yang saya hadapi membuat saya semakin cerdas, tangguh, tahan banting, dan bermoral. Kamu?</p>
<p style="text-align:justify;">NB: Masalah bukan untuk dicari, tapi untuk dirumuskan dan diatasi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/diebilang.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/diebilang.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diebilang.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diebilang.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diebilang.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diebilang.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/diebilang.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/diebilang.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/diebilang.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/diebilang.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diebilang.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diebilang.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diebilang.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diebilang.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diebilang.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diebilang.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diebilang.wordpress.com&amp;blog=3417827&amp;post=4&amp;subd=diebilang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diebilang.wordpress.com/2008/04/13/lestarikan-konflik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/730b607664a08b73980e26f01f49556b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Adieb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berubah? Harus!</title>
		<link>http://diebilang.wordpress.com/2008/04/08/berubah-harus/</link>
		<comments>http://diebilang.wordpress.com/2008/04/08/berubah-harus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 09:45:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aryasepta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diebilang.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Hahahahaha! Ini titik perubahan.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diebilang.wordpress.com&amp;blog=3417827&amp;post=3&amp;subd=diebilang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Hahahahaha! Ini titik perubahan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/diebilang.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/diebilang.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diebilang.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diebilang.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diebilang.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diebilang.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/diebilang.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/diebilang.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/diebilang.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/diebilang.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diebilang.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diebilang.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diebilang.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diebilang.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diebilang.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diebilang.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diebilang.wordpress.com&amp;blog=3417827&amp;post=3&amp;subd=diebilang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diebilang.wordpress.com/2008/04/08/berubah-harus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/730b607664a08b73980e26f01f49556b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Adieb</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
